Toyota Grand New Kijang Innova - Test Drive

Esensi Kenyamanan

Generasi kelima Toyota Kijang Innova merefleksikan identitas sebuah kendaraan keluarga kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan interior.


Evolusi kotak sabun

Jika melihat sejarahnya, generasi pertama Kijang yang diproduksi pada rentang waktu 1977-1980 justru memiliki konsep pickup dengan bentuk kotak layaknya kotak sabun.

Kehadiran "Kijang Buaya" pun sempat diragukan, karena pasar mini bus di tanah air saat itu sedang didominasi oleh Mitsubishi Colt.

Namun,permintaan yang terus meningkat kian meyakinkan Toyota untuk kembali memproduksi Kijang generasi kedua (1981-1985), dengan model yang lebih modern dibanding versi pertamanya.

Perubahan besar dilakukan pihak Toyota dengan melakukan pergeseran konsep Kijang dari kendaraan angkut menjadi kendaraan penumpang.

1986-1997, menjadi tahun kejayaan Kijang sebagai kendaraan penumpang. Dua model dari generasi ketiganya, Kijang Super dan Grand pun menjadi pilihan terbesar konsumen pada waktu itu.

Setelah 10 tahun mempertahankan bentuk kotaknya, pihak pabrikan pun mendesain ulang tampilan Kijang dengan tampang yang lebih aerodinamis. Kijang generasi keempat (1997-2005) ini juga tersedia dalam dua pilihan mesin, bensin dan diesel. Melalui "Kijang Kapsul" ini pula, Toyota makin menunjukkan tajinya di pasar otomotif tanah air.

Kijang generasi keempat tersebut bahkan sempat diekspor secara completely built-up (CBU) dan CKD (completely knock-down) ke beberapa negara seperti Brunei Darussalam, kawasan Pasifik Selatan, Papua Nugini, Timor Timur, Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, dan Taiwan. Pembaruan secara menyeluruh pun dilakukan Toyota pada tahun 2005. Tampilan Kijang generasi kelima ini kini memiliki dimensi lebih besar dengan perubahan yang signifikan.

Hingga saat ini, Kijang kotak pun berevolusi menjadi sebuah medium MPV (Multi Purpose vehicle) yang dikenal dengan nama Kijang Innova.

Sebagai MPV, Kijang Innova benar-benar dapat memposisikan diri sebagai kendaraan yang mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya.

Pihak Toyota Astra Motor (TAM) bahkan mengklaim medium MPV-nya ini masih menjadi pilihan terbanyak dengan penguasaan pasar lebih dari 50% setiap bulan di kelasnya.

Setelah cukup lama mempertahankan tampilan Innova generasi ke empat, PT. TAM pun akhirnya menghadirkan penyegaran baru yang diperlihatkan oleh Grand New Kijang Innova. MPV kelas menengah ini pun tampil lebih mewah dan memperkuat esensi dari sebuah "kenyamanan".

Eksterior

Perubahan paling mendasar tersaji melalui desain grill depan berornamen krom yang dibuat menyatu dengan logo pabrikan ditambah paduan bumper sewarna bodi. Desain lampu utama pun dibuat lebih lebar dan menjadi lebih terang berkat penggunaan multireflector.

Sementara pada bagian belakang, Grand New Kijang Innova hanya memberikan ubahan tipis mulai dari perubahan susunan kombinasi lampu belakang dan garnish baru. Penyegaran pada tampilan luar Grand New kijang Innova yang kian mewah pun disempurnakan dengan penggunaan velg alloy terbaru.
Interior

Saat memasuki bagian kabin, disinilah Saya bisa merasakan bahwa keunggulan Innova memang terletak pada sisi ini. Grand New Kijang Innova 2.5 V adalah satu dari 12 tipe, sekaligus menjadi varian tertinggi yang ditawarkan PT. TAM.

Saat memandangi bagian kabin depan, terlihat jelas bahwa pihak pabrikan benar-benar ingin mempertegas karakter Innova sebagai MPV medium tertinggi.

Perubahan tersebut meliputi setir kemudi yang sudah dilengkapi dengan kontrol audio, desain combination meter baru, serta penempatan MID (Multi Information Display) yang diletakkan diatas sistem audio 2DIN layar sentuh 6 inci lengkap dengan fitur DVD/CD/MP3 USB/AUX & WMA Player.

Keseluruhan tampilan interior Grand New Kijang Innova pun makin mewah berkat penyematan aksen wood pada bagian setir kemudi, dashboard, tuas transmisi, dan panel pintu.

Esensi dari sebuah kenyamanan memang ada di sektor interior. Selain pengaturan AC terpisah antara pengemudi dan penumpang depan, pada kabin belakang Grand New Kijang Innova juga sudah terpasang sebuah rear roof monitor yang menyatu dengan plafon. Penumpang di baris kedua pun makin nyaman karena pada kursi tengah terdapat sandaran tangan.

Performa

Pada varian terbaru sekaligus tertingginya ini, PT. TAM masih tetap menggunakan mesin DOHC D-4D (Direct 4 stroke diesel turbo commonrail) berkapasitas 2.500 cc. Tenaga yang dihasilkan Grand New Kijang Innova melalui transmisi otomatis 4 kecepatannya pun mencapai 102PS (103bhp). Memang lebih kecil dibanding varian bensin yang memiliki tenaga 136PS (138bhp) - klaim. Namun tenaga yang lebih rendah ini tentu saja diimbangi oleh torsi yang lebih tinggi pada varian diesel, yaitu 26.5/1600-2400 Kgm/rpm berbanding 18.6/4000 Kgm/rpm pada varian bensin.

Pengetesan di jalan bebas hambatan menjadi sebuah momentum yang tepat untuk bisa mendapatkan kecepatan tertinggi. Saya pun tak mengalami kendala berarti saat menempuh kecepatan hingga 120 km/jam.

Namun, faktor performa sepertinya bukan menjadi penilaian utama yang harus dimiliki oleh kendaraan MPV seperti Grand New Kijang Innova.

Penilaian lebih justru Saya rasakan saat pertama kali menyalakan Mesin D-4D yang digendong oleh Grand New Kijang Innova. Gejala berisik yang biasa terdapat pada mesin diesel nyaris tak terdengar.

Bahkan perpindahan gigi terasa sangat halus, sehingga memberikan kenyaman lebih bagi penumpang. Saya pun menyadari, teknologi mesin diesel modern yang disuguhkan Toyota menjadi pelengkap kenyamanan Saya selama mengendarai Grand New Kijang Innova.
Kesimpulan

Kemunculan perdana Toyota Kijang Innova 2005 silam, memberikan pilihan baru kepada masyarakat yang menginginkan kendaraan keluarga dengan kapasitas penumpang dan barang yang lebih banyak. Kijang Innova juga menjadi satu-satunya MPV medium yang seolah tak memiliki kompetitor berat di kelasnya.

PT. TAM menawarkannya dalam dua pilihan mesin, yaitu mesin 2.000 cc 16 valve DOHC VVT-i dan mesin 2.500 cc 16 valve DOHC D-4D (Direct 4 stroke diesel turbo commonrail).

Walaupun Grand New Kijang Innova bermesin diesel terasa kurang bertenaga dibanding tipe bensin, namun kelebihan mesin diesel yang dikembangkan Toyota ini justru memiliki keunggulan tersendiri. Selain irit, mesin diesel Innova terbaru juga tidak bising dan cukup bertenaga sebagai medium MPV.

Keduanya tersaji dalam 12 varian yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp.182.200.000 (varian terendah) hingga Rp. 302.250.000 (tertinggi).

Sebagai varian tertinggi, Grand New Kijang Innova 2.5 V A/T tentunya memiliki keunggulan tersendiri. Selain tampilan eksterior yang mewah, sektor interior pun menjadi fokus utama perubahan. Alhasil, generasi terbaru Kijang Innova makin berkelas serta memberikan kenyamanan lebih dari sebuah MPV.



Follow by Email